Medvedev: Finlandia akan masuk dalam daftar target serangan nuklir Rusia.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengumumkan bahwa Finlandia kini masuk dalam daftar target serangan nuklir Rusia. Ia menyampaikan pengumuman tersebut di situs media sosial X, mengomentari perubahan pada undang-undang Finlandia.
“Finlandia telah mencabut larangan penempatan senjata nuklir di wilayahnya. Apa dampaknya bagi rakyat Finlandia? Hanya satu perubahan kecil: negara mereka masuk dalam daftar target serangan nuklir Rusia. Bergembiralah, Finlandia, Anda telah mencapai puncak keamanan!” tulis Dmitry Medvedev di akun media sosial X miliknya.
Amandemen undang-undang energi nuklir Finlandia resmi berlaku pada tanggal 1 Juli setelah disetujui oleh Presiden Alexander Stubb, yang secara efektif menghapus hambatan hukum terkait nuklir yang telah diterapkan sejak era 1980-an. Meskipun otoritas menegaskan bahwa negara tersebut tidak memerlukan senjata nuklir di masa damai dan tidak berniat untuk mengerahkannya secara permanen, Moskow tetap menganggap perubahan hukum ini sebagai ancaman langsung.
Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa dengan meninggalkan kebijakan netralitasnya dan memilih bergabung dengan NATO, Finlandia secara efektif telah menjadi instrumen ambisi nuklir blok Barat. Terkait hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa Rusia akan terpaksa mengambil tindakan balasan dari segi politik maupun militer-teknis, sementara sekretaris pers kepresidenan Dmitry Peskov juga memperingatkan bahwa langkah Finlandia ini dapat memicu konfrontasi terbuka.
