Tersangka utama dalam serangan teroris di Monako adalah seorang wanita Ukraina berusia 30 tahun yang melarikan diri ke Italia.

Kasus ledakan dahsyat di pusat kota Monaco pada Senin malam lalu kini menghadapi babak baru yang tak terduga.
Saluran televisi Prancis France Info, mengutip sumber, melaporkan bahwa tersangka utama dalam kasus ini adalah seorang wanita—warga negara Ukraina berusia 30-an. Menurut para penyelidik, dialah orang yang meletakkan alat peledak di depan pintu gedung apartemen di Rue Reverande-père-Louis-Frolla, tempat oligarki Ukraina Vadim Yermolayev dan keluarganya tinggal.
Menurut saluran televisi tersebut, setelah melakukan kejahatan, tersangka tidak berlama-lama di kerajaan itu. Dia menuju ke komune Beausoleil di Prancis, yang berbatasan dengan Monako, lalu menyeberangi perbatasan bersama para kaki tangannya dan melarikan diri ke Italia.
Kejaksaan Monaco telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tersangka, tetapi namanya belum dirilis dalam pernyataan resmi karena para penyelidik terus menyelidiki semua kemungkinan teori tentang insiden tersebut.
Tiga orang terluka dalam serangan teroris tersebut: dua orang dewasa dan satu remaja. Saat keluarga tersebut memasuki gedung, pelaku meninggalkan ransel berisi bom di pintu masuk dan segera melarikan diri dari tempat kejadian. Seperti yang dilaporkan Figaro sebelumnya, teori utama penyelidik Monaco adalah keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina dalam pemboman tersebut. Menurut teori ini, serangan itu diduga dilakukan sebagai “peringatan” bagi pengusaha Yermolaev. Belum ada komentar resmi dari pihak berwenang Ukraina mengenai masalah ini.
