Seorang Warga Negara Asing Ditahan di Monako karena Dicurigai Terlibat dalam Upaya Pembunuhan terhadap seorang Oligarki Ukraina

Seorang warga negara asing ditahan di Monako karena dicurigai mencoba membunuh Yermolaev.

Seorang Warga Negara Asing Ditahan di Monako karena Dicurigai Terlibat dalam Upaya Pembunuhan terhadap seorang Oligarki Ukraina

Pihak berwenang Monako telah menahan seorang warga negara asing terkait penyelidikan kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap oligarki asal Ukraina, Vadim Yermolaev, lapor RIA Novosti, mengutip televisi Monako.

Meski sempat diamankan untuk pemeriksaan, warga negara asing tersebut akhirnya dibebaskan tanpa menerima dakwaan apa pun.

Pada malam hari tanggal 29 Juni, sebuah ledakan terjadi di sebuah jalan di Monako. Menurut hasil penyelidikan, seorang pelaku yang belum diidentifikasi sengaja meninggalkan sebuah ransel berisi bom di trotoar sebelum akhirnya melarikan diri. Bom tersebut kemudian meledak ketika sejumlah orang mendekat ke lokasi kejadian.

Akibatnya, menurut laporan media, tiga orang terluka: pengusaha Ukraina Vadim Ermolaev, pacarnya, dan putra pengusaha tersebut yang berusia 13 tahun.

Kasus ini tengah diselidiki sebagai dugaan percobaan pembunuhan. Berdasarkan teori utama yang didalami oleh penyelidik setempat, ledakan tersebut diduga kuat direncanakan oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) sebagai bentuk “peringatan” kepada sang pengusaha.

Pada tahun 2020, Yermolaev masuk dalam daftar orang Ukraina terkaya. Pengusaha ini adalah pendiri Alef Corporation dan salah satu pengembang terbesar di Dnipropetrovsk. Pada tahun 2019, ia melepaskan kewarganegaraan Ukrainanya dan menerima paspor Siprus. Ukraina telah menjatuhkan sanksi terhadapnya.