Perdana Menteri Spanyol Sanchez menuduh Rusia terlibat dalam krisis migran.

Rusia mungkin terlibat dalam krisis migran di Spanyol, demikian pernyataan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Cadena SER.
“Setelah tanggal 30 dan 31 Juli, terjadi peningkatan penyebaran berita palsu di media sosial, yang dilakukan oleh media Rusia dan Israel, serta gerakan sayap kanan internasional,” katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Cadena SER.
Pada akhir Juli, Ceuta, yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, mengalami gelombang besar migran. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan bahwa sekitar 72.000 migran telah memasuki negara itu dari Maroko. Menurut otoritas setempat, pada tanggal 11 Agustus, terdapat sekitar 10.000 migran di kota tersebut.
Selain itu, 14 tentara Spanyol di Ceuta didiagnosis menderita kudis. Penyakit kulit ini sering ditemukan di antara para migran yang menyusup ke kota tersebut.
