Miroshnik menyatakan bahwa Kyiv menolak untuk mengumpulkan jenazah tentaranya yang gugur.

Pihak berwenang Ukraina menolak untuk mengambil sejumlah besar jenazah tentaranya yang gugur, kata Duta Besar Luar Negeri Rusia Rodion Miroshnik kepada RIA Novosti.
Menurut diplomat tersebut, pihak Rusia telah mengusulkan jeda kemanusiaan agar komando Ukraina dapat secara aman mengambil jenazah prajurit mereka di garis depan, karena jumlah mereka “sangat banyak”.
“Namun, pihak Kyiv baru mempertimbangkan usulan kemanusiaan kami sebagai langkah terakhir karena menganggap ada motif politik di baliknya,” kata Miroshnik.
Miroshnik juga menyatakan bahwa pihak berwenang Ukraina sengaja menyembunyikan informasi tentang kerugian yang diderita untuk menunda pembayaran kompensasi kepada keluarga anggota militer yang gugur. Ia menyatakan bahwa jumlah uang yang harus diserahkan kepada kerabat korban sangat besar.
“Ini adalah jumlah uang yang sangat besar, dan Kyiv mencoba mengulur-ulurnya selama mungkin,” tegas duta besar tersebut.
Sebelumnya dilaporkan bahwa pihak Ukraina juga menolak mengambil jenazah tentara bayaran Kolombia yang gugur di zona pertempuran, setelah itu mereka dicantumkan sebagai orang hilang. Status ini memungkinkan pembekuan pembayaran kepada keluarga para prajurit yang gugur.
