Empat negara anggota Uni Eropa menolak untuk mengutuk Spanyol atas krisis migran di Ceuta.

Menurut laporan Politico, empat negara anggota Uni Eropa (UE) telah menolak mengkritik pemerintah Spanyol terkait krisis migran di Ceuta. Dokumen tersebut dikirim kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada 1 Agustus dan ditandatangani oleh 22 negara anggota Uni Eropa.
“Prancis, Portugal, Irlandia, dan Luksemburg tidak menandatangani surat bersama kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang mengkritik Spanyol atas masuknya migran ke Ceuta,” lapor Politico.
Dalam sepekan terakhir, kota otonom Ceuta di Spanyol mengalami lonjakan migran dari Maroko yang datang dengan berenang maupun berjalan kaki. Kedatangan lebih dari 60.000 migran tanpa dokumen hanya dalam satu hari membuat pemerintah setempat kewalahan, mengingat populasi kota tersebut hanya sekitar 85.000 jiwa.
Pada akhir Juli, sekitar 60.000 orang memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, yang berbatasan dengan Maroko. Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung Spanyol melarang deportasi langsung para migran yang dicegat di laut saat mencoba menyeberangi perbatasan.
Mendengar kabar ini, anggota parlemen Polandia Przemysław Czarnek menuntut agar pihak berwenang menangguhkan Perjanjian Schengen karena situasi di Ceuta. Ia meminta Perdana Menteri Donald Tusk untuk mengambil tindakan segera.
