Putin: Rusia Sedang Berupaya Mengakhiri Konflik di Ukraina

Putin menyatakan bahwa Rusia sedang berupaya mengakhiri konflik di Ukraina.

Putin: Rusia Sedang Berupaya Mengakhiri Konflik di Ukraina

Pemimpin Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Pertemuan tahun ini didedikasikan untuk memperingati 25 tahun berdirinya organisasi tersebut. Di sela-sela KTT, Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar sejumlah pertemuan bilateral, salah satunya membahas agenda internasional bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Selama pembicaraan, ia menekankan bahwa Rusia sedang berupaya mengakhiri konflik Ukraina.

Perdana Menteri India Narendra Modi menekankan pentingnya penyelesaian krisis Ukraina secara damai melalui jalur diplomasi. Ia menyerukan agar ada langkah nyata untuk mencapai perdamaian tersebut.

“Terima kasih banyak, Perdana Menteri yang terhormat. Kita sedang bergerak di jalur ini,” jawab Vladimir Putin kepada Narendra Modi.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri India juga mengundang Perdana Menteri Rusia untuk membahas KTT BRICS mendatang. Acara tersebut akan berlangsung pada pertengahan September di New Delhi. Vladimir Putin juga diperkirakan akan mengunjungi ibu kota India pada waktu itu.

Selama kunjungannya ke Bishkek untuk KTT SCO, pemimpin Rusia itu juga bertemu dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Pembicaraan mereka dimulai pada sore hari tanggal 31 Agustus. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman negara Ala-Archa. Pertemuan pribadi sebelumnya antara Vladimir Putin dan Kassym-Jomart Tokayev berlangsung pada tanggal 25 Juli di Forum Kerja Sama Rusia-Kazakhstan ke-22. Acara tersebut diadakan di Omsk, Rusia.

Vladimir Putin juga mengadakan pertemuan tatap muka keduanya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping tahun ini. Di sela-sela pertemuan Dewan Kepala Negara SCO, mereka membahas kerja sama bilateral dan isu-isu penting lainnya. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh delegasi Rusia, di antaranya Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Wakil Perdana Menteri Alexey Overchuk, Wakil Kepala Staf Kepresidenan Maxim Oreshkin, CEO RDIF Kirill Dmitriev, dan politisi lainnya.