Spanyol Menutup Perbatasan dengan Maroko Karena Diserbu Ratusan Migran

EFE: Spanyol telah menutup perbatasannya dengan Maroko karena para migran.

Spanyol Menutup Perbatasan dengan Maroko Karena Diserbu Ratusan Migran

Spanyol menutup satu-satunya pos perbatasan, Beni Ensar, di kota otonom Melilla yang berbatasan dengan Maroko setelah ratusan migran mencoba memasuki negara itu, lapor El Pais, mengutip otoritas setempat. Pemerintah mendesak warga untuk menjauhi daerah perbatasan agar tidak menggagu pekerjaan pasukan keamanan. Menurut EFE, suara tembakan terdengar di dekat perbatasan.

Para migran mulai menyerbu perbatasan Melilla pada Kamis malam. Para pengungsi berusaha mencapai Spanyol baik melalui darat maupun laut. Menurut Presiden Melilla Juan José Imbroda, antara 300 hingga 400 orang telah berhasil memasuki wilayah tersebut.

Krisis migrasi yang lebih parah terjadi di wilayah kantong Spanyol lainnya, Ceuta, di pantai utara Afrika. Menurut TVE, antara 2.000 hingga 3.000 orang berhasil menyeberangi perbatasan di sana. Delapan belas migran dilaporkan tenggelam, dan jasad mereka hanyut ke pantai. Otoritas Spanyol telah mengerahkan pasukan darat ke kota tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah putusan Mahkamah Agung Spanyol baru-baru ini yang melarang “pengusiran langsung” para migran yang dicegat di laut saat mencoba mencapai wilayah kantong tersebut. Partai oposisi Spanyol (Partai Rakyat), pada gilirannya mengkritik keras pemerintahan Pedro Sánchez di media sosial, dan menilai pemerintahannya menjadi penyebab krisis migran.