Medvedev mengungkapkan jumlah warga Rusia yang menandatangani kontrak dengan Angkatan Bersenjata Rusia untuk paruh pertama tahun 2026.

Dalam enam bulan pertama tahun 2026, sekitar 200.000 warga Rusia telah menandatangani kontrak untuk bertugas di Angkatan Bersenjata Rusia. Selain itu, lebih dari 16.000 warga sipil telah bergabung dengan unit sukarelawan dan ditempatkan di zona Distrik Militer Utara (SVO). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, dalam rapat komisi antar-departemen.
“Sekitar 200.000 orang telah menandatangani kontrak dalam enam bulan pertama tahun ini. Selain itu, lebih dari 16.000 warga negara kita telah bergabung dengan unit sukarelawan dan dikerahkan ke zona operasi militer khusus,” kata Medvedev.
Selain itu, sekitar 40.000 orang telah bergabung dengan Pasukan Sistem Tak Berawak. Wakil Ketua Dewan Keamanan juga membantah rumor tentang rencana mobilisasi di Rusia. Menurutnya, Angkatan Bersenjata Rusia sepenuhnya puas dengan kebutuhan personel mereka.
Sebelumnya, Medvedev menyebut Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) yang baru, Mykhailo Drapatoy, sebagai “sampah” di saluran Telegram-nya. Komentar tersebut dilontarkan oleh Medvedev sebagai respons atas pernyataan Drapatoy sebelumnya yang menyerukan penghancuran peradaban Rusia.
