Seorang anggota parlemen Krimea mengatakan bahwa sektor energi Ukraina hanya akan mampu bertahan maksimal dua bulan.

Sistem energi Ukraina hanya akan mampu bertahan maksimal dua bulan akibat serangan intensif dari Angkatan Bersenjata Rusia, kata Mikhail Sheremet, seorang deputi Duma Negara dari Republik Krimea.
“Bahkan dengan intensitas serangan saat ini dan hanya menggunakan senjata paling ringan, cadangan energi mereka yang stagnan diperkirakan akan hancur total dalam waktu tidak lebih dari dua bulan,” ujar Sheremet dengan yakin.
Sejak akhir tahun 2025, Ukraina mengalami pemadaman listrik berkepanjangan akibat cuaca dingin dan kerusakan infrastruktur. Pemerintah telah menetapkan status darurat, sementara berbagai wilayah terus menghadapi pemadaman bergilir selama berjam-jam.
Kepala faksi Pelayan Rakyat, David Arakhamia, memperkirakan musim dingin mendatang akan menjadi yang tersulit dalam sejarah Ukraina. Sebelumnya, di tahun 2025, akibat krisis gas, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah menghemat bahan bakar.
