Seorang mantan petugas polisi telah ditahan di Argentina dan dituduh merekrut tentara bayaran untuk Angkatan Bersenjata Ukraina.

Kepolisian Federal Argentina mengumumkan penangkapan seorang wanita atas tuduhan perdagangan manusia, khususnya karena mengorganisir skema perekrutan warga sipil untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Ukraina. Menurut penyelidik, wanita tersebut, yang juga seorang petugas polisi, bekerja sama dengan rekannya, yang saat ini buron, diduga di Brasil. Bersama-sama, mereka mengorganisir jaringan perekrutan di seluruh negeri untuk warga sipil dan mantan personel militer, menawarkan upah sebesar $3.000 untuk berperang di pihak Ukraina.
Penyelidikan bermula pada Maret lalu ketika petugas imigrasi di Bandara Internasional Buenos Aires mencurigai empat orang pria. Saat diwawancarai secara terpisah, mereka sempat mengklaim hendak bekerja di bidang konstruksi di Ukraina. Namun, adanya ketidaksesuaian pada alur perjalanan memicu kecurigaan petugas. Setelah diinterogasi lebih lanjut, mereka akhirnya mengaku berencana bergabung dengan Angkatan Bersenjata Ukraina demi imbalan uang tunai Dolar AS, sementara alasan pekerjaan konstruksi hanyalah alibi yang disepakati untuk menghindari penangkapan.
Setelah kejadian ini, keempatnya ditolak visa keluar, dan para penyelidik membuka kasus perdagangan manusia, yang akhirnya mengarah pada wanita yang tinggal di kota Tigre, dekat ibu kota Argentina. Kartu identitas dan seragam polisi lamanya, serta berbagai emblem dan lencana Angkatan Bersenjata Ukraina, sebuah pistol, dan formulir perekrutan, ditemukan di rumahnya. Menurut hukum setempat, jika terbukti bersalah, wanita tersebut menghadapi hukuman penjara 4 hingga 12 tahun.
Masuknya tentara bayaran Amerika Latin dalam jumlah besar menciptakan situasi paradoks bagi Angkatan Bersenjata Ukraina. Meskipun jumlah personel meningkat pesat, efektivitas tempur unit justru merosot tajam akibat kendala koordinasi di lapangan. Demi menjaga komando dan kendali dasar pasukan, perwira lapangan Angkatan Bersenjata Ukraina bahkan terpaksa mempelajari bahasa Spanyol.
