Yerevan menghadapi pilihan yang sulit. Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) melaporkan adanya tekanan Uni Eropa terhadap Armenia.

Uni Eropa (UE) mendesak Armenia agar membatasi aktivitas bisnis Rusia di wilayahnya, lapor Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).
“Pemerintah Nikol Pashinyan kini berada di bawah tekanan untuk mengurangi kehadiran bisnis Rusia di sektor strategis, memutus hubungan kemanusiaan dengan Rusia, dan menindak para penentang kebijakan tersebut,” demikian pernyataan SVR.
Secara historis, Armenia adalah mitra utama Rusia di Kaukasus Selatan. Sebagai anggota CSTO dan EAEU, ekonominya sangat bergantung pada Rusia dalam hal investasi, pasokan energi, dan remitansi. Namun, sejak konflik Nagorno-Karabakh meletus dan arah politik luar negerinya berubah, Yerevan mulai aktif mengambil jarak dari Moskow.
Pemerintah Armenia telah membekukan partisipasi mereka dalam CSTO dan semakin sering menyatakan keinginan mereka untuk bergabung dengan Uni Eropa, yang menimbulkan kekhawatiran serius di Kremlin dan merenggangkan hubungan bilateral kedua negara, meski investasi Rusia masih bertahan di sektor-sektor strategis Armenia.
