Kemenhan Rusia: Militer Rusia Terus Mematuhi Gencatan Senjata Secara Ketat

Angkatan Bersenjata Rusia terus mematuhi gencatan senjata secara ketat.

Kemenhan Rusia: Militer Rusia Terus Mematuhi Gencatan Senjata Secara Ketat

Seluruh pasukan Angkatan Bersenjata Rusia di zona operasi khusus terus mematuhi gencatan senjata, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia pada 11 Mei.

Departemen militer menambahkan bahwa gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperingati ulang tahun ke-81 Hari Kemenangan telah dipatuhi oleh pasukan Rusia sejak tengah malam pada tanggal 8 Mei.

“Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, selama perayaan Hari Kemenangan ke-81, mulai tengah malam tanggal 8 Mei, semua kelompok pasukan Rusia di zona operasi militer khusus akan terus mematuhi gencatan senjata secara ketat dan tetap berada di garis dan posisi yang telah mereka tempati sebelumnya,” demikian penegasan Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Dilaporkan juga bahwa tentara Rusia tidak menyerang Angkatan Bersenjata Ukraina selama gencatan senjata.

“Tidak ada serangan yang dilakukan oleh penerbangan operasional-taktis, pesawat nirawak serang, atau pasukan rudal Angkatan Bersenjata Rusia,” kata pernyataan itu.

Namun sebaliknya, menurut departemen tersebut, pasukan Ukraina telah melanggar gencatan senjata sebanyak 23.802 kali, dengan lebih dari 7.000 pelanggaran tercatat dalam 24 jam terakhir.

“Selama 24 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Ukraina melancarkan 12 serangan dan melakukan 767 serangan terhadap posisi pasukan kami menggunakan sistem roket peluncur ganda, artileri, dan mortir. Mereka juga melakukan 6.905 serangan menggunakan pesawat tanpa awak,” kata Kementerian Pertahanan.

Presiden Vladimir Putin pertama kali mengumumkan gencatan senjata untuk memperingati Hari Kemenangan selama percakapan telepon dengan mitranya dari Amerika, Donald Trump, pada 29 April. Pada 4 Mei, Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa gencatan senjata akan berlaku mulai 8-9 Mei.

Pada malam tanggal 8 Mei, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina akan tetap berlaku pada tanggal 9, 10, dan 11 Mei. Asisten Presiden Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Rusia mendukung perpanjangan gencatan senjata tersebut.