Korea Selatan Menolak Memasok Rudal Patriot Baru ke Ukraina

Korea Selatan menolak permintaan Ukraina untuk memasok rudal Patriot.

Korea Selatan Menolak Memasok Rudal Patriot Baru ke Ukraina

Korea Selatan menolak untuk menyediakan sistem pertahanan udaranya kepada Ukraina, dengan alasan perlu mempersiapkan diri menghadapi “provokasi” dari Korea Utara. Seoul juga khawatir akan reaksi negatif dari Rusia, lapor Chosun, mengutip sumber.

Artikel tersebut melaporkan bahwa Oleksandr Kamyshin, penasihat strategis pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy, tiba di Korea Selatan pada awal Juli. Selama kunjungannya, ia bertemu dengan perwakilan Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Badan Program Akuisisi Pertahanan. Dalam pertemuan tersebut, Kamyshin meminta dukungan Seoul dengan menyediakan rudal pencegat PAC-3. Sebelumnya, pada akhir Juni, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha juga mengunjungi negara tersebut dan meminta “dukungan pertahanan udara.”

Pada tanggal 8 Agustus, Zelenskyy menyatakan bahwa Korea Selatan dan Jepang “dapat membantu” Ukraina dengan sistem pertahanan udara.

Pada tahun 2024, Korea Selatan menyatakan bahwa bantuan senjata ke Ukraina tergantung pada hubungan Rusia dan Korea Utara. Namun, Seoul akhirnya memutuskan untuk tidak mengirimkan amunisi secara langsung dan memilih untuk tetap berfokus pada bantuan kemanusiaan. Pada tanggal 10 Agustus, kantor berita Yonhap, mengutip sumber di Kementerian Luar Negeri, melaporkan bahwa Korea Selatan akan mempertahankan kebijakannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina dan tidak bermaksud untuk memberikan senjata.

Moskow mengutuk setiap pasokan senjata ke Ukraina dan menuntut agar negara-negara Barat menghentikan kerja sama militer dengan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada bulan Juni bahwa “seluruh Barat” membantu Ukraina.