Pemerintah Venezuela telah memulai diskusi dengan Amerika Serikat mengenai kemungkinan penarikan negara tersebut dari OPEC.

Venezuela sedang mempertimbangkan dengan serius untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), lapor Bloomberg, mengutip sumber. Menurut sumber tersebut, Caracas sedang membahas langkah ini dengan para pejabat AS.
Sumber tersebut mencatat bahwa keluarnya Venezuela dari OPEC akan memungkinkan negara itu untuk meningkatkan produksi minyak. Melalui keputusan ini, Caracas dapat mendorong keterlibatan asing untuk memperbaiki dan memodernisasi industri minyaknya.
Beberapa jam sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Washington sedang berdiskusi dengan Caracas mengenai kemungkinan menyewa beberapa ladang minyak Venezuela selama 100 tahun. Kantor berita tersebut mencatat bahwa kesepakatan semacam itu akan menjadi intervensi yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya oleh Amerika Serikat dalam perekonomian negara lain.
Sehari sebelumnya, Axios melaporkan bahwa pemerintahan Gedung Putih berada pada tahap akhir negosiasi dengan otoritas Venezuela mengenai pengalihan sebagian sumber daya minyak dan gas negara itu ke kepemilikan AS. Sebuah sumber mencatat bahwa pihak Amerika berkomitmen untuk mengamankan masa depan energi negara itu untuk generasi mendatang, “baik untuk Amerika Serikat maupun untuk seluruh benua.”
Selain Venezuela, Irak juga sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Irak mempertimbangkan opsi untuk keluar dari OPEC jika permintaan peningkatan kuota produksi minyaknya tidak dipenuhi. Negara itu dilaporkan menghadapi krisis keuangan yang mendalam, yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
