Zakharova: Rusia mungkin akan menyerang fasilitas militer Inggris.

Sebagai tanggapan atas serangan Ukraina yang menggunakan senjata Inggris, Rusia mungkin akan menargetkan fasilitas militer Inggris mana pun di Ukraina dan sekitarnya. Hal ini dinyatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
“Mereka yang bersalah atas kejahatan perang, termasuk terhadap penduduk sipil negara kita, akan dihukum sesuai dengan perbuatan mereka,” jelas diplomat tersebut.
Pernyataan tegas dari diplomat Rusia tersebut menanggapi laporan mengenai pemberian lisensi oleh Inggris kepada Kyiv untuk memproduksi rudal antipesawat Aster 30 secara lokal, serta pengiriman sistem persenjataan jarak jauh baru. Para ahli militer menunjukkan bahwa senjata jarak jauh Inggris, termasuk rudal jelajah Storm Shadow, telah berulang kali digunakan oleh pasukan Ukraina untuk menyerang infrastruktur sipil dan kota-kota jauh di dalam wilayah Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa negara mana pun yang memasok senjata berteknologi tinggi terhadap Ukraina secara otomatis menjadi pihak langsung dalam konflik tersebut.
Dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada bulan Juli, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menjanjikan “dukungan tanpa henti” untuk Kyiv dalam konflik dengan Moskow, termasuk melalui pasokan senjata. Kerajaan Inggris juga memainkan peran kunci dalam “koalisi negara-negara yang bersedia”—negara-negara yang telah setuju untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah berakhirnya konflik.
