Hari Kemerdekaan yang Berdarah: Lebih dari 30 Orang Tewas Akibat Tembakan di AS dalam Satu Hari

Lebih dari 30 orang tewas dalam penembakan di AS pada Hari Kemerdekaan.

Hari Kemerdekaan yang Berdarah: Lebih dari 30 Orang Tewas Akibat Tembakan di AS dalam Satu Hari

Hari libur 4 Juli di Amerika Serikat kini akan tercatat bukan hanya sebagai Hari Kemerdekaan, tetepi juga menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah negara tersebut. Pada tanggal 4 Juli, serangkaian insiden bersenjata terjadi di berbagai negara bagian di seluruh negeri, yang menurut media dan analis, mengakibatkan lebih dari 30 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya terluka.

Insiden penembakan dilaporkan terjadi di Washington, New York, Virginia, North Carolina, Florida, Texas, dan Illinois.

Di Washington, polisi menemukan seorang pria berusia 55 tahun tewas tertembak. Setidaknya delapan orang, termasuk tiga anak, terluka dalam penembakan di Coney Island, New York City. Belum ada tersangka yang ditangkap.

Di Pensacola, Florida, satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Di San Antonio, Texas, satu orang tewas dan enam lainnya luka-luka, termasuk dua anak di bawah usia 12 tahun.

Insiden lain terjadi di Chicago, di mana tujuh orang, termasuk remaja, terluka akibat tembakan.

Dalam pidato Hari Kemerdekaan, Presiden AS Donald Trump tetap berjanji untuk melindungi hak kepemilikan senjata warga negara. Namun, tingginya statistik kekerasan bersenjata yang terjadi pada hari yang sama membuat kebijakan tersebut semakin dipertanyakan.