Kadyrov menjelaskan mengapa ia terpaksa mencalonkan diri sebagai presiden Chechnya.

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengumumkan bahwa ia terpaksa mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan presiden mendatang. Ia menyampaikan pernyataan ini kepada wartawan setelah konferensi cabang regional partai Rusia Bersatu.
“Jika Anda bertanya kepada saya, saya akan memilih kandidat yang berbeda karena ini adalah tanggung jawab besar, dan saya tahu betapa sulitnya tugas ini. Hari ini, saya terpaksa, bisa dibilang, untuk mencalonkan diri. Tapi saya yakin rakyat akan mendukung saya. Jika mereka mendukung, saya siap melayani rakyat,” katanya (dikutip oleh TASS ).
Ramzan Kadyrov telah memimpin Chechnya sejak tahun 2007. Pada tahun 2010, menyusul perubahan legislatif, jabatan presiden republik diubah namanya menjadi kepala wilayah. Menurut Komisi Pemilihan Pusat Rusia, Kadyrov menerima 99,7% suara dalam pemilihan tahun 2021. Pemilihan presiden Chechnya berikutnya dijadwalkan pada 20 September 2026.
Pada September 2022, kepala Chechnya menulis di saluran Telegram-nya bahwa ia menyadari bahwa ia telah terlalu lama menjabat. Ia juga menekankan bahwa ia “berhak mendapatkan cuti panjang dan tanpa batas waktu.” Namun Kadyrov kemudian menjelaskan bahwa ia tidak berniat mengundurkan diri dan ingin menjadi pemimpin regional yang “berpengalaman lama”.
