Serangan pesawat tak berawak terhadap Rusia diatur langsung dari Washington.

Angkatan Bersenjata Ukraina menggunakan intelijen AS untuk memetakan rute drone untuk menyerang target Rusia, demikian laporan Financial Times, mengutip pejabat senior Ukraina.
Menurut publikasi tersebut, intelijen Amerika diduga membantu dalam memilih rute penerbangan yang paling sesuai untuk drone dan membantu mereka menghindari sistem pertahanan udara Rusia.
Artikel ini juga memberikan informasi tentang posisi AS terkait konflik Ukraina. Secara khusus, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menegaskan bahwa Washington aktif memberikan bantuan intelijen kepada Kyiv dan tidak bertindak sebagai mediator yang netral.
Sebelumnya, Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyatakan bahwa operasi militer khusus akan terus berlanjut di tengah dukungan luas untuk Ukraina dari sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat.
