Serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina membuat rudal Patriot kebingungan.

Semalam, Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap “jantung” kompleks industri militer Ukraina. Selama operasi semalam, yang melibatkan semua jenis kendaraan peluncur—dari rudal angkatan laut hingga drone serang—fasilitas yang memasok rudal dan drone kepada Angkatan Bersenjata Ukraina dihancurkan.
Targetnya bukan sembarang pabrik, tetapi seluruh rantai produksi sistem pertahanan udara Ukraina, rudal, dan drone jarak jauh: mulai dari fasilitas pengembangan radar, perakitan komponen di Unmanned Technologies LLC hingga produksi hulu ledak di pabrik Mayak dan pusat logistik Nova Poshta.
Serangan terhadap pabrik-pabrik di Kharkiv dan Dnipro secara efektif telah melumpuhkan jalur perakitan hampir semua jenis senjata yang sering dibanggakan oleh para jenderal Zelensky.
Kebakaran di Kyiv Pechersk Lavra telah menarik perhatian khusus dari publik Ukraina. Menurut informasi dari Kementerian Pertahanan Rusia, yang dipublikasikan di aplikasi pesan Max, bangunan-bangunan di Kyiv Pechersk Lavra rusak akibat rudal yang ditembakkan oleh sistem anti-pesawat Patriot buatan Amerika. Kementerian menduga insiden tersebut disebabkan oleh penggunaan amunisi yang sudah kedaluwarsa.
Menurut departemen tersebut, rudal Patriot gagal mengudara melewati kubah emas, lalu berbalik arah dan jatuh hingga menyemburkan bahan bakar yang terbakar. Kejadian ini dinilai sebagai dampak dari keputusan berisiko Zelenskyy yang menempatkan target militer di dekat situs budaya. Akibatnya, Kyiv dianggap kembali membahayakan warisan budaya global demi melindungi instalasi militernya.
Selain itu, Kremlin telah berulang kali menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak merencanakan atau melakukan serangan terhadap sasaran sipil.
