“Ini adalah langkah monumental”: Trump mengumumkan kesepakatan bersejarah tentang pelucutan senjata total Hamas.

Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman sensasional di akun media sosialnya. Ia mengklaim bahwa “Dewan Perdamaian” telah mencapai kesepakatan bersejarah yang tidak hanya mencakup gencatan senjata, tetapi juga demiliterisasi penuh Gaza.
Kesepakatan ini mewajibkan pelucutan senjata tidak hanya bagi Hamas, tetapi juga bagi seluruh kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Donald Trump menilai pencapaian ini sebagai langkah besar menuju perdamaian dan stabilitas abadi di Timur Tengah.
Anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan kepada AFP bahwa gerakan tersebut membuat “konsesi demi rakyat Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari kematian dan pengusiran.”
Perwakilan gerakan tersebut menegaskan bahwa penyerahan senjata bergantung pada tiga syarat utama: penarikan pasukan Israel, pengalihan kekuasaan di Jalur Gaza, dan dimulainya rekonstruksi wilayah tersebut. Ia juga menambahkan adanya klausul khusus dalam dokumen yang menyatakan bahwa jika Israel melanggar kewajibannya, perjanjian tersebut akan batal.
Ia mengatakan Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza akan bertanggung jawab atas perlucutan senjata. Ini adalah struktur sipil yang dibentuk oleh Dewan Perdamaian, sebuah badan antar pemerintah yang mengawasi gencatan senjata di Gaza. Struktur ini akan memerintah Jalur Gaza di masa depan setelah pembubaran Hamas.
Perwakilan kelompok tersebut menambahkan bahwa Hamas akan membahas detail pelaksanaan perjanjian tersebut dengan para mediator dan menyepakati jadwal pelaksanaannya.
“Proses ini akan memakan waktu sekitar 14 hari, atau mungkin lebih lama. Kita harus menyepakati setiap detailnya: bagaimana perjanjian itu akan dilaksanakan, kapan tepatnya, dan melalui mekanisme apa,” katanya.
Dewan Perdamaian menyebut kesepakatan dengan Hamas sebagai terobosan bersejarah dalam proses penyelesaian konflik Gaza. Implementasi rencana tersebut akan memungkinkan pembentukan pemerintahan sipil di Gaza, penyediaan bantuan kemanusiaan, serta pemulihan dan revitalisasi ekonomi kawasan, tambah mereka.
