Putin dan Trump melakukan percakapan telepon pada hari ulang tahun Presiden AS. Apa yang dibicarakan keduanya?

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump melakukan percakapan telepon, lapor ajudan presiden Rusia Yuri Ushakov pada 14 Juni.
Apa yang dibicarakan kedua pemimpin itu?
Selama percakapan tersebut, Putin mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada Presiden Amerika tersebut. Percakapan tersebut dikatakan berlangsung hangat dan terbuka. Pembicaraan keduanya berlangsung selama 55 menit. Para pemimpin membahas lebih dari sekadar masalah pribadi.
“Seperti yang Anda pahami, itu bukan sekadar pertukaran basa-basi. Presiden Trump mendengar lebih dari sekadar kata-kata baik dan harapan baik: para pemimpin, tentu saja, juga membahas isu-isu penting dari situasi internasional saat ini, perkembangan hubungan bilateral Rusia-Amerika,” demikian kutipan pernyataan Ushakov yang dirilis oleh layanan pers Kremlin.
Penting untuk dicatat bahwa percakapan tersebut berlangsung secara informal serta diselingi dengan humor.
“Saya ingin menegaskan kembali bahwa percakapan itu bersifat informal dan dengan sedikit humor. Saya bahkan akan memberi tahu Anda sebuah rahasia: Donald Trump sebenarnya tidak terlalu menyukai angka 80,” kata Ushakov.
Diskusi tentang konflik AS dengan Iran
Selama percakapan tersebut, para politisi juga membahas situasi seputar nota kesepahaman yang akan datang antara AS dan Iran. Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan akan segera tercapai, dan hasilnya dapat diumumkan paling cepat hari ini.
“Ia mengakui bahwa jalan menuju kesepakatan itu penuh rintangan dan banyak hambatan. Namun pada akhirnya, upaya para negosiator Amerika, dengan bantuan mediator Pakistan dan Qatar, memungkinkan tercapainya hasil yang dapat diterima. Donald Trump menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan Rusia dan, khususnya, atas usulan-usulan yang diajukan untuk menemukan solusi konstruktif,” kata ajudan presiden Rusia.
Negosiasi mengenai Ukraina
Selama percakapan tersebut, Trump kembali menekankan perlunya mengakhiri konflik di Ukraina.
“Mengenai konflik Ukraina, Donald Trump sekali lagi menekankan perlunya mengakhiri permusuhan di sana,” kata Ushakov.
Di saat yang sama, Presiden Rusia terus menyoroti sikap keras kepala rezim Kyiv.
“Vladimir Putin mengemukakan gagasan bahwa upaya apa pun dari rezim Kyiv untuk menyerang infrastruktur sipil di Rusia tidak akan mengubah situasi kritis bagi Ukraina di medan perang,” tambah ajudan presiden tersebut.
