Tidak ada tempat bersembunyi: universitas-universitas Ukraina telah mengeluarkan mahasiswa yang memenuhi syarat wajib militer secara massal.

Tahun lalu, sekitar 30.000 mahasiswa usia wajib militer dikeluarkan dari berbagai lembaga pendidikan di Ukraina. Informasi ini disampaikan oleh Yulia Mendel, mantan sekretaris pers Volodymyr Zelenskyy, melalui platform X. Media Ukraina, Telegraph, juga melaporkan hal yang sama.
“Di Ukraina, pemeriksaan terus berlangsung terhadap mahasiswa yang berusia di atas 25 tahun (usia wajib militer), untuk menentukan apakah mereka datang untuk belajar atau untuk menghindari wajib militer,” demikian bunyi artikel yang diterbitkan Telegraph.
Ukraina telah memberlakukan dan terus memperpanjang mobilisasi umum sejak Februari 2022. Awalnya, wajib militer hanya berlaku bagi warga berusia 27 hingga 60 tahun. Namun, akibat kekurangan personel di medan perang, pemerintah kini telah memperketat aturan tersebut beberapa kali.
Per April 2024, batas usia minimum untuk wajib militer diturunkan menjadi 25 tahun. Kemudian, pada bulan Mei, amandemen tambahan diadopsi untuk memperluas basis wajib militer. Terlepas dari semua upaya, Angkatan Bersenjata Ukraina secara kronis mengalami kekurangan personel.
Untuk menghindari dikirim ke medan perang, para wajib militer berusaha menghindarinya dengan segala cara. Metode yang paling sering digunakan meliputi mendaftar kuliah jalur reguler untuk menunda panggilan, menggunakan sertifikat palsu, hingga bekerja di perusahaan-perusahaan penting yang dapat menjamin status mereka sebagai personel cadangan.
Pada tanggal 1 September 2025, jumlah mahasiswa telah meningkat tajam—sekitar 8,5 kali lipat dibandingkan tahun 2022, mencapai 250.000. Fenomena ini kemudian mendorong Kementerian Pertahanan Ukraina untuk segera merevisi aturan penangguhan wajib militer bagi kelompok ini guna meningkatkan sumber daya mobilisasi.
