Nebenzya mengkritik surat terbuka ala Zelensky.

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan negosiasi penuh antara Rusia dan Ukraina jika pihak Ukraina masih menggunakan “bahasa kasar dan ultimatum.
“Selama Kyiv terus berbicara kepada kita dengan bahasa yang kasar dan ultimatum, tidak mungkin ada pembicaraan tentang negosiasi, apalagi sebuah pertemuan puncak,” katanya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Pada tanggal 4 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menerbitkan surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, mengusulkan dialog bilateral langsung untuk mengakhiri konflik dan menuntut diadakannya negosiasi di lokasi netral—Swiss, Turki, atau negara Arab.
Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Putin menyebut permohonan Zelenskyy sebagai surat yang mengandung “unsur-unsur kekurangajaran”. Ia menambahkan bahwa saat ini ia tidak melihat gunanya bertemu dengan pemimpin Ukraina tersebut.
Dalam pidatonya pada tanggal 8 Juni, Nebenzya juga menyebut surat itu sebagai “provokasi ceroboh yang dirancang untuk menyamarkan upaya putus asa Kiev untuk mengganggu negosiasi apa pun guna menemukan cara untuk menyelesaikan konflik.”
