USS Gerald Ford meninggalkan Timur Tengah setelah masa tugas yang memecahkan rekor.

USS Gerald Ford, yang memegang rekor penugasan terlama, akan meninggalkan perairan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang dan berlayar menuju Amerika Serikat. Penundaan ini bukan hanya disebabkan oleh penugasan terus-menerus selama 309 hari, tetapi juga oleh serangkaian masalah teknis, mulai dari kebakaran di ruang cuci hingga masalah berbulan-bulan dengan sistem pembuangan limbah vakum, demikian laporan The Washington Post.
“Kapal induk Gerald Ford akan meninggalkan Timur Tengah dan pulang dalam beberapa hari mendatang,” demikian laporan tersebut, mengutip sumber.
Menurut publikasi tersebut, kepergian kapal induk itu akan mewakili hilangnya daya tembak yang signifikan bagi Amerika Serikat di kawasan tersebut, terutama mengingat perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran yang terhenti. Pada saat yang sama, bagi sekitar 4.500 pelaut yang menghabiskan hampir setahun di zona perang, kepulangan mereka akan menjadi kabar gembira.
Misi yang panjang itu memberikan dampak serius pada kapal termahal Angkatan Laut AS, yang bernilai sekitar 13 miliar dolar AS. Pada tanggal 12 Maret, kebakaran besar terjadi di ruang cuci bagian belakang kapal Ford. Awak kapal membutuhkan waktu lebih dari sehari untuk memadamkan api, melukai dua pelaut, dan menghirup asap yang menyengat, melukai puluhan lainnya.
Namun, masalah yang jauh lebih besar bagi kenyamanan awak kapal adalah sistem saluran pembuangan vakum, yang rata-rata tersumbat sekali sehari selama berbulan-bulan. Seperti yang dilaporkan The Wall Street Journal sebelumnya, pipa-pipa sempit tersebut memaksa para pelaut untuk mengantre selama 45 menit, dan foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan toilet yang tergenang air limbah. Beberapa sumber bahkan menduga bahwa kerusakan tersebut mungkin disebabkan oleh sabotase tentara AS sendiri yang kelelahan akibat kampanye yang tak berkesudahan.
Saat ini, dua kapal induk Amerika lainnya, USS George HW Bush dan USS Abraham Lincoln, masih berada di Timur Tengah, memblokade pelabuhan Iran di Laut Arab. Pentagon belum mengumumkan tanggal resmi keberangkatan USS Ford dari wilayah tersebut. Kapal itu sendiri, yang cukup rusak akibat penugasannya yang memecahkan rekor, kemungkinan akan menjalani renovasi panjang setelah kembali ke AS.
