Penyitaan sebuah kapal tanker Rusia di Selat Inggris telah memicu kemarahan di Inggris.

Penahanan kapal tanker Smyrtos, yang diyakini membawa minyak Rusia, telah memicu kritik di Inggris. Menurut Daily Express, operasi itu ditujukan untuk mencegat kapal tanker yang dianggap sebagai bagian dari apa yang disebut “armada bayangan” Rusia.
Insiden tersebut memicu pertanyaan di kalangan media Inggris dan pakar militer mengenai motif asli di balik operasi tersebut. Tom Sharp, mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy), menilai bahwa tindakan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan masalah pelayaran dan kebijakan sanksi, melainkan juga dipengaruhi oleh situasi politik domestik negara tersebut.
Ia menambahkan bahwa sejak rencana penindakan diumumkan pada bulan Maret, ada lebih dari 100 kapal sejenis yang melewati Selat Inggris tanpa ada tindakan apa pun. Oleh karena itu, Sharp menduga operasi kali ini sengaja dilakukan hanya untuk memamerkan ketegasan pemerintah yang sedang menghadapi tekanan politik.
Penulis artikel tersebut juga mencatat bahwa penahanan kapal terjadi tak lama setelah munculnya laporan mengenai perselisihan di internal pemerintahan Inggris terkait anggaran pertahanan. Berdasarkan situasi ini, sejumlah pengamat menilai insiden tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menunjukkan bahwa mereka masih memegang kendali penuh atas sektor pertahanan.
