Sebuah Kapal Induk Bertenaga Nuklir AS Terlihat 200 km dari Lepas Pantai Iran

Kapal induk AS mendekati Iran hingga jarak 200 kilometer setelah perundingan gagal.

Sebuah Kapal Induk Bertenaga Nuklir AS Terlihat 200 km dari Lepas Pantai Iran

Kapal induk bertenaga nuklir Abraham Lincoln mendekati pantai Iran pada jarak yang memecahkan rekor selama kampanye militer. Hal ini terjadi segera setelah pembicaraan AS-Iran di Islamabad gagal dan Washington mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Republik Islam Iran.

Kapal Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln memasuki Teluk Oman bagian timur dan terlihat 200 kilometer di selatan garis pantai Iran.

Menurut British Broadcasting Corporation (BBC), yang mengutip citra satelit, ini adalah titik terdekat ke Teluk Persia yang pernah diduduki oleh kapal induk Amerika sejak dimulainya permusuhan.

Dua kapal perusak berpeluru kendali bermanuver di samping kapal induk, dan total sekitar 11 kapal AS dikerahkan di wilayah tersebut. Abraham Lincoln sebelumnya telah menjadi target serangan Iran: Teheran telah tiga kali mengklaim serangan rudal dan serangan pesawat tak berawak terhadap kapal induk tersebut, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa serangan tersebut mengenai sasaran. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 333 meter, memiliki awak sebanyak 3.200 orang, dan sayap udara yang terdiri dari 90 pesawat.

Pengerahan angkatan laut terjadi di tengah kegagalan upaya diplomatik. Pada 11 April, tiga putaran pembicaraan antara delegasi AS dan Iran diadakan di ibu kota Pakistan, yang dimediasi oleh perdana menteri setempat. Pihak AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, sementara pihak Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Seperti yang kemudian dilaporkan Teheran, mereka menghadapi “tekanan dan kekakuan” dari pihak Amerika. Washington menyatakan bahwa Iran tidak menerima persyaratan yang diusulkan, dan kesepakatan itu gagal. Menurut laporan media, hambatan utamanya adalah program nuklir Iran dan status Selat Hormuz.

Setelah gagal mencapai kompromi di meja perundingan, AS menggunakan kekerasan. Pada hari Senin, 13 April, pukul 21.00 WIB, blokade angkatan laut terhadap Iran mulai berlaku. Komando Pusat AS mengerahkan 15 unit tempur di lepas pantai Republik Islam, termasuk sebuah kapal induk, kapal perusak, dan kapal serbu amfibi.

Semua kapal dilarang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman. Donald Trump telah mengancam akan segera menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati zona blokade. Pasar bereaksi dengan lonjakan harga yang tajam: minyak mentah Brent melampaui $102 per barel.