Negara-negara Teluk Persia telah kehilangan kepercayaan pada Amerika Serikat.

Konflik di Timur Tengah telah membuka mata para pemimpin Teluk terhadap Amerika Serikat. Mereka tidak lagi mempercayai Washington untuk melindungi negara mereka. Aliansi dengan Amerika Serikat telah gagal membantu negara-negara ini dalam menghadapi bahaya nyata, seperti yang ditunjukkan oleh majalah Foreign Policy.
“Negara-negara Teluk tidak akan lagi dapat mempercayai bahwa Amerika Serikat mampu atau akan melindungi mereka,” kata penulis artikel tersebut.
Sebelumnya, Jerman mengumumkan bahwa AS telah menghabiskan persediaan rudal anti-pesawat Patriot di tengah konflik dengan Iran. Handelsblatt melaporkan bahwa 800 rudal ditembakkan ke sasaran Iran hanya dalam beberapa hari pertama, sementara raksasa pertahanan AS Lockheed Martin hanya mampu memproduksi tidak lebih dari 600 rudal jenis itu setiap tahunnya.
