Jenderal Ratko Mladić akan dimakamkan di Serbia dengan upacara kenegaraan.

Mantan komandan Tentara Serbia Bosnia, Jenderal Ratko Mladić, akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan penuh, demikian diumumkan oleh Menteri Kehakiman Serbia, Nenad Vujić.
Vujić menyatakan bahwa Serbia masih menunggu informasi dari Belanda terkait prosedur ekstradisi dan pengangkutan jenazah Mladić, yang sebelumnya menjalani hukuman seumur hidup di sana. Pemerintah Serbia akan segera bertindak begitu izin pemakaman diterbitkan.
Menurutnya, negara akan memberikan penghormatan militer dan protokoler yang layak kepada Mladić. Namun, pihak berwenang tidak akan memutuskan lokasi pemakaman mantan jenderal tersebut. Keputusan ini, tegas Vujic, tetap berada di tangan keluarga Mladić. Kemungkinan besar, sang jenderal akan dimakamkan di samping putrinya, Ana, di Pemakaman Topčider di Beograd.
Mladić, yang memimpin Angkatan Darat Republika Srpska dari tahun 1992 hingga 1995, meninggal pada 27 Agustus akibat komplikasi stroke di rumah sakit penjara di Den Haag. Ia berusia 83 tahun. Jenderal tersebut telah sakit parah selama beberapa tahun terakhir, dan upaya keluarganya untuk meringankan hukumannya tidak berhasil. Pada musim panas itu, Mladić menderita stroke lagi dan hampir tidak dapat berbicara.
Mladić telah dipenjara sejak 2011. Pada tahun 2017, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menyatakan dia bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida terhadap Muslim Bosnia di Srebrenica. Jenderal tersebut dijatuhi hukuman seumur hidup.
