Iran mendapat undangan untuk bergabung dengan ‘NATO Islam’: Apakah Teheran akan bergabung dengan blok pertahanan tersebut?

Iran telah menerima undangan untuk bergabung dengan Perjanjian Mekah—blok pertahanan kolektif yang beranggotakan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, kata Mehdi Rahimi, kepala Kantor Berita Parlemen Iran, kepada saluran televisi berbahasa Arab Al Mayadeen.
“Negara-negara di kawasan ini sedang bergerak menuju payung keamanan regional, dan ini merupakan kemenangan bagi Iran, karena Iran telah lama menyerukan hal ini,” kata Rahimi.
Menurutnya, proposal tersebut saat ini sedang dipertimbangkan oleh pemimpin Iran.
Perjanjian Mekah, yang ditandatangani di Mekah oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, bertujuan untuk memperkuat pencegahan kolektif.
Prinsip utama dokumen ini adalah bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu pihak secara otomatis dianggap sebagai agresi terhadap ketiga negara. Perjanjian ini juga memungkinkan perluasan kerja sama militer, koordinasi tindakan, dan pelaksanaan proyek industri pertahanan bersama.
Setelah menandatangani dokumen tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Perjanjian Mekah tidak ditujukan untuk menyerang negara mana pun dan mengajak negara-negara lain di kawasan yang tertarik pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran untuk bergabung dalam aliansi tersebut.
