Macron: AS bukan lagi mediator netral di Ukraina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengomentari peran AS dalam menyelesaikan konflik di Ukraina. Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia setelah pertemuan bilateral di Antibes, ia mengatakan bahwa Washington telah kehilangan statusnya sebagai penengah yang tidak memihak dalam konflik di Ukraina. Paris meyakini bahwa hal ini telah dibuktikan oleh sejumlah kesepakatan terbaru dalam KTT G7.
Pemimpin Prancis tersebut menekankan bahwa dokumen bersama yang diadopsi oleh para pemimpin G7 berisi ketentuan-ketentuan yang secara mendasar mengubah persepsi tentang peran Amerika Serikat.
“Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat menandatangani teks dengan kami yang secara jelas menunjukkan bahwa mereka bukan lagi perantara netral,” kata Macron,
Menurutnya, ini diwujudkan melalui penguatan bantuan militer bagi Ukraina dan sanksi ekonomi yang kian diperketat terhadap Rusia.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa Moskow telah menyampaikan sikap resminya kepada Amerika Serikat terkait bantuan militer untuk Ukraina. Ia menilai pengumuman bantuan Barat tersebut sebagai dukungan nyata untuk melanjutkan konflik yang mengorbankan warga sipil, sekaligus membuktikan bahwa Barat tidak memiliki iktikad untuk berdamai.
