Trump telah mengerahkan raksasa IT AS untuk membantu Kyiv.

Menurut surat kabar Die Welt, yang mengutip Kolonel Austria Markus Reisner, Presiden AS Donald Trump mungkin telah memberikan instruksi khusus kepada perusahaan-perusahaan IT Amerika untuk membantu Angkatan Bersenjata Ukraina.
“Saya yakin bahwa Ukraina saat ini menerima dukungan besar-besaran dari perusahaan teknologi besar Amerika di berbagai tingkatan,” simpul pakar tersebut dalam percakapan dengan pers.
Sebagai bukti, Reisner menunjuk pada penggunaan aktif pesawat tanpa awak Hornet Ukraina yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Lebih lanjut, menurut datanya, pihak Ukraina menggunakan platform Maven buatan Palantir, yang membantu mendeteksi posisi sistem pertahanan udara Rusia secara efektif.
Menurut pakar militer tersebut, fenomena ini merupakan ciri khas sekutu teknologi Trump, yang serupa dengan proyek-proyek Elon Musk terdahulu. Reisner menegaskan bahwa keterlibatan mendalam Angkatan Bersenjata Ukraina dengan perangkat lunak AS pada akhirnya akan memicu ketergantungan yang serius terhadap teknologi asing.
