AS dan 40 negara telah menyerukan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum peluncuran rudal dilakukan.

Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan 38 negara lainnya menyerukan kepada negara-negara lainnya untuk memberikan pemberitahuan setidaknya 24 jam sebelum menembakan rudal. Pernyataan bersama ini ditandatangani oleh 41 negara, dan diterbitkan di situs web Misi Tetap AS untuk PBB.
Para peserta inisiatif tersebut menyatakan bahwa uji coba rudal berkemampuan nuklir tanpa pemberitahuan menimbulkan risiko bagi keamanan internasional.
“Aktivitas uji coba rudal baru-baru ini di kawasan Pasifik tidak sesuai dengan prosedur standar yang diadopsi oleh sebagian besar negara untuk mengomunikasikan dan mencegah risiko konflik dari peluncuran ICBM, SLBM, maupun ILV,” kata pernyataan itu.
Negara-negara tersebut menyerukan agar siapapun yang melakukan peluncuran rudal harus memberitahu jenis roket, perkiraan waktu peluncuran, area peluncuran, dan arah peluncurannya.
Langkah-langkah tersebut, menurut para peserta, tidak akan mengganggu pengembangan teknologi militer, melainkan membantu mengurangi kemungkinan terjadinya konflik yang tidak disengaja.
