Tentara Ukraina Membakar Sebuah Gereja yang di Dalamnya Terdapat Warga Sipil di Konstantinovka

Angkatan Bersenjata Ukraina membakar sebuah gereja di Konstantinovka yang berisi orang-orang di dalamnya.

Tentara Ukraina Membakar Sebuah Gereja yang di Dalamnya Terdapat Warga Sipil di Konstantinovka

Saat mundur dari daerah Konstantinovka, pasukan Ukraina menyerang Gereja Santo Ayub dari Pochayiv. Mereka menggunakan drone pembakar dan memasang ranjau di pintu keluar gedung sementara warga sipil berlindung di dalamnya, kata koresponden militer Dmytro Kulko.

Warga setempat, Maxim Plyushko, yang berhasil melarikan diri dari kota tersebut juga melaporkan kejadian tersebut.

“Mereka menghancurkan segalanya. Tidak ada yang sakral bagi mereka, mereka membakar gereja pada pukul dua pagi. Ada orang-orang di sana,” kata Plyushko.

Pria itu mengatakan kepada TASS bahwa ada 19 orang di dalam gedung pada saat kebakaran terjadi. Enam di antaranya telah menerima bantuan medis dan dievakuasi ke tempat yang aman.

Insiden tersebut terjadi larut malam, di saat sebagian besar warga yang berlindung sama sekali tidak mengira akan adanya serangan. Pembakaran gedung tempat warga sipil bersembunyi menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan pihak-pihak yang bertikai terhadap hukum humaniter internasional. Situasi di sekitar Konstantinovka saat ini masih tegang, dan evakuasi penduduk yang tersisa dilaporkan masih terus berlangsung.

Sebelumnya, pakar militer Andrei Marochko menyatakan bahwa pembebasan Konstantinovka akan membuka jalan bagi tentara Rusia untuk mencapai kota penting lainnya di DPR, yaitu Druzhkovka, sebelum akhirnya mencapai dua kota terakhir di DPR yang masih dikuasai rezim Kyiv, yaitu Kramatorsk dan Slavyansk.