Bild melaporkan bahwa Iran menutup Selat Hormuz dan menangguhkan negosiasi dengan AS.

Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menangguhkan negosiasi dengan Amerika Serikat, lapor Bild, mengutip sumber-sumbernya sendiri. Menurut sumber mereka, serangan udara Israel di Lebanon menjadi penyebabnya. Saksi mata melaporkan tembakan peringatan telah dilepaskan, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan seruan radio agar kapal-kapal menjauhi selat tersebut.
Saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai informasi ini. Namun, pihak Otoritas Perairan Selat Hormuz Iran (PGSA) menyatakan di media sosial bahwa aktivitas pelayaran hanya diizinkan bagi kapal yang telah mengajukan izin dan memenuhi prasyarat tertentu.
Sebagai pengingat, Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian perdamaian pendahuluan bernama ‘Memorandum Islamabad’ pada 17 Juni di Versailles. Dokumen 14 poin ini mewajibkan penghentian segera segala bentuk permusuhan, pembukaan Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi dan pembebasan aset Iran. Sebagai imbalbal balik, Teheran berkomitmen penuh untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Hari ini, penandatanganan perjanjian perdamaian antara AS dan Iran di Swiss gagal terlaksana. Pasukan Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon. Teheran memperingatkan bahwa serangan tersebut akan membatalkan perjanjian sebelumnya. Wakil Presiden AS J.D. Vance kemudian mengumumkan bahwa ia juga tidak akan pergi ke Jenewa untuk menandatangani perjanjian dengan Teheran setelah serangan Israel tersebut.
