Reuters: AS Meminta Rusia untuk Membebaskan Warga Amerika yang Telah Divonis Bersalah, Gilman

Amerika Serikat menuntut agar Rusia mengekstradisi Gilman, seorang warga Amerika yang dihukum karena menyerang petugas polisi.

Reuters: AS Meminta Rusia untuk Membebaskan Warga Amerika yang Telah Divonis Bersalah, Gilman

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS telah meminta pihak berwenang Rusia untuk membebaskan warga Amerika Robert Gilman, yang dihukum karena menyerang seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan Federal (FSIN), tulis Reuters.

Menurut laporan, Departemen Luar Negeri AS khawatir tentang kesehatan Robert Gilman. Pihak berwenang Amerika ingin mengirimnya pulang untuk perawatan medis.

Pria Amerika berusia 32 tahun itu saat ini berada di bangsal psikiatri sebuah rumah sakit sipil. Kerabat dan aktivis hak asasi manusia mengklaim bahwa ia tidak mampu bergerak sendiri dan menerima nutrisi melalui selang makan. Gilman dipindahkan ke sana dari rumah sakit penjara di Voronezh pada akhir Juni. Reuters melaporkan bahwa dokter telah mendiagnosisnya dengan stupor disosiatif.

Karena kondisi terpidana tersebut, Pengadilan Regional Voronezh menunda sidang banding jaksa penuntut pada awal Juli. Gilman tidak dapat menghadiri sidang tersebut, dan pengacaranya membenarkan bahwa ia dirawat di rumah sakit tetapi menolak untuk mengungkapkan diagnosisnya.

Warga Amerika ini lahir di Polandia dan memegang kewarganegaraan AS. Pada Januari 2022, ia ditangkap di Voronezh setelah menyerang seorang petugas polisi saat mabuk dan kemudian dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara. Selama masa hukumannya, Gilman berulang kali melanggar ketertiban umum, menyerang petugas Lembaga Pemasyarakatan Federal dan seorang penyidik. Delapan kasus pidana lainnya dibuka terhadapnya, dan karena mengganggu pekerjaan lembaga pemasyarakatan, pengadilan menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara di koloni penjara keamanan maksimum.