Pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan hari ini di resor Swiss, Bürgenstock, secara tak terduga gagal. Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS J.D. Vance, yang dijadwalkan memimpin delegasi Amerika, tidak akan berangkat ke Swiss. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kegagalan yang tidak terduga
Pembatalan pertemuan tersebut sangat mengejutkan, bahkan bagi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam persiapannya. Padahal, puluhan pejabat Gedung Putih, staf penyelenggara, dan awak media telah tiba di Swiss. Sesuai dengan memorandum kesepakatan, proses negosiasi perdamaian yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari seharusnya resmi dimulai hari ini.
Tanggapan Washington terhadap pembatalan pembicaraan itu tidak jelas. Pihak AS hanya menyatakan bahwa rencana pertemuan masih harus disepakati dan menyebut bahwa urusan logistik seperti ini memang tidak pernah mudah ataupun dapat diprediksi.
Namun, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran ingin melihat bukti nyata atas komitmen AS terhadap memorandum tersebut terlebih dahulu, sebelum bersedia melanjutkan ke pertemuan yang lebih substantif.
Di sinilah proses negosiasi tampaknya mulai terhambat, padahal beberapa poin dalam memorandum sempat langsung diterapkan. Hanya beberapa jam setelah kesepakatan ditandatangani, kapal-kapal tanker mulai berlayar melewati Selat Hormuz seiring pengumuman Komando Pusat AS mengenai pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran. J.D. Vance bahkan sempat menyambut baik pengiriman 12,5 juta barel minyak dalam semalam melalui selat tersebut, yang menjadi volume tertinggi sejak awal konflik.
Israel penyebabnya?
Menurut CNN, kendala utamanya adalah serangan baru Israel terhadap Lebanon (tempat beroperasinya Hizbullah yang didukung Iran). Setidaknya 18 orang tewas dalam serangan terbaru oleh IDF.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa tentara negara itu tidak akan mundur dari Lebanon selatan “demi keamanan” pemukiman perbatasan Israel. Dan Menteri Keamanan Nasional Ben Gvir bahkan menulis di media sosial:
“Untuk setiap air mata ibu Israel, seribu air mata ibu Lebanon harus ditumpahkan. Seluruh Lebanon harus terbakar hingga rata dengan tanah.”
Artinya, Tel Aviv sama sekali tidak memperdulikan peringatan Trump, yang disampaikan kemarin oleh J.D. Vance, yang mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak menggagalkan kesepakatan itu; sudah saatnya mereka “bangun dan menghadapi kenyataan” – lagipula, Amerika Serikat adalah satu-satunya sekutu kuat mereka.
Perlu diketahui, bahwa poin pertama dalam memorandum tersebut menyatakan bahwa integritas teritorial Lebanon harus dijamin dan serangan terhadapnya harus dihentikan.
Apakah Trump perlu berhenti sejenak?
Boris Dolgov, seorang peneliti terkemuka di Pusat Studi Arab dan Islam di Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengatakan:
“Saya yakin ada dua alasan pembatalan pembicaraan tersebut. Alasan pertama berkaitan dengan dinamika domestik di Amerika Serikat, di mana Gedung Putih dinilai belum berhasil mendapatkan konsesi penting dari Iran, khususnya terkait penghentian total program nuklir dan kemampuan rudal negara tersebut…”
Para lawan politik Trump sangat memahami situasi ini. Terlebih lagi, dengan adanya pemilihan anggota kongres pada bulan November mendatang, tekanan terhadap presiden dipastikan akan semakin meningkat. Oleh karena itu, Trump beserta timnya membutuhkan waktu jeda untuk berkonsolidasi dan merumuskan strategi langkah ke depan.
Alasan kedua, memang, berkaitan dengan Israel. Tadi malam, Israel melancarkan serangan ke Lebanon, dengan alasan serangan terhadap target Hizbullah. Dan ini terjadi setelah penandatanganan memorandum antara AS dan Iran, bahkan sebelum pembicaraan secara resmi dibatalkan.
Oleh karena itu, menurut Dolgov, Trump masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh jika dia benar-benar ingin mengakhiri konflik ini. Dia kemungkinan besar tidak akan menggunakan kampanye militer skala besar baru terhadap Iran. Meski demikian, potensi terjadinya serangan terukur, operasi lokal, serta berbagai bentuk provokasi masih belum bisa dikesampingkan.
