Iran siap menyerahkan uranium yang telah diperkaya, tetapi hanya kepada China.

Iran dikabarkan bersedia memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya dari negara itu berdasarkan kesepakatan dengan AS, dengan syarat persediaan tersebut diserahkan kepada China, lapor saluran televisi Al Hadath dan Al Arabiy , mengutip sumber.
Menurut surat sumber tersebut, Teheran ingin menerima jaminan dari Beijing sebelum membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Menurut sumber, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga akan berangkat ke Doha untuk membicarakan hal tersebut.
Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim menyebut klaim dari sumber Al Hadath dan Al Arabiya sebagai tidak benar.
“Investigasi Tasnim mengungkapkan bahwa materi dari media Saudi ini, seperti banyak artikelnya tentang detail negosiasi, adalah palsu dan sangat sesuai dengan operasi psikologis Amerika,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Pada 24 Mei, The New York Times (NYT) melaporkan bahwa AS dan Iran telah menyepakati syarat-syarat kesepakatan yang dapat mencakup pencabutan blokade Selat Hormuz dan komitmen Teheran untuk membuang persediaan uranium yang sangat diperkaya. Menurut sumber surat kabar tersebut, persetujuan kesepakatan oleh pimpinan Iran dapat memakan waktu beberapa hari.
Sementara itu, Reuters melaporkan pada 21 Mei bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan agar persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran tidak dipindahkan dari negara tersebut.
