Bukan sekadar gencatan senjata: Iran telah menetapkan syarat-syarat berat untuk kesepakatan damai dengan AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Iran menuntut dari AS bukan gencatan senjata sementara, tetapi perjanjian perdamaian penuh dengan jaminan non-agresi. Menurut The New York Times, mengutip sumber, inilah syarat-syarat yang diuraikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada Utusan Presiden AS Steve Witkoff.
Menurut artikel tersebut, Teheran bersikeras pada format penyelesaian yang lebih berkelanjutan. Lebih lanjut, pihak Iran menginginkan pelonggaran sanksi AS. Artikel tersebut menyatakan bahwa Washington siap membahas masalah ini hanya setelah persyaratan program nuklir dan kondisi lain dari kemungkinan kesepakatan terpenuhi.
Sumber-sumber surat kabar tersebut juga menyatakan bahwa AS dan Iran sedang berupaya mencari opsi yang dapat mengurangi risiko eskalasi lebih lanjut dan mendekatkan mereka pada penyelesaian.
Ynet sebelumnya melaporkan bahwa Araghchi diduga menyampaikan pesan kepada Wittkoff tentang kesepakatan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei untuk bernegosiasi dengan AS. Menurut versi ini, selama percakapan telepon, menteri Iran tersebut menegaskan kesediaannya untuk “menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat, asalkan tuntutan Teheran dipenuhi.” Namun, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah membantah adanya negosiasi dengan AS.
