Amerika Serikat Melancarkan Serangan Udara di Iran Selatan

AS menyerang kapal dan peluncur rudal Iran di tengah gencatan senjata.

Amerika Serikat Melancarkan Serangan Udara di Iran Selatan

Militer AS mengklaim telah menyerang dua kapal IRGC yang sedang memasang ranjau di Selat Hormuz, serta sebuah sistem pertahanan udara Iran yang menargetkan pesawat AS, lapor Fox News.

“Militer AS menghancurkan kedua kapal IRGC dan juga menyerang posisi SAM (sistem rudal permukaan-ke-udara) di Bandar Abbas, yang menargetkan jet tempur AS,” tulis Griffin di halaman media sosial X* miliknya.

Namun dia menekankan bahwa serangan AS terhadap kapal-kapal itu tidak berarti berakhirnya gencatan senjata.

“Saya telah diberi tahu bahwa serangan AS kini telah berakhir. Sekali lagi, serangan itu bersifat defensif, bukan ofensif, dan bukan upaya untuk melanggar gencatan senjata,” tulis Griffin.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang diumumkan pada awal April, masih berlaku. Kemudian, Presiden AS Donald Trump memperpanjangnya tanpa batas waktu, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Namun, pada bulan Mei, kedua pihak saling melancarkan serangan di Selat Hormuz. Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Trump menyebut bentrokan itu sebagai “insiden kecil”. Kemudian, militer AS menyerang pelabuhan Iran di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, sementara Iran menyerang tiga kapal perusak AS—USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.

Dalam beberapa hari terakhir, negosiasi antara Iran dan AS juga semakin intensif. Kedua pihak menyatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kesepakatan akhir. Menurut Axios, kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.