Militer AS mengumumkan kelanjutan gencatan senjata setelah serangan di Iran selatan.

Gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku setelah serangan AS, demikian disampaikan Komando Pusat AS.
Komando tersebut mengkonfirmasi bahwa serangan dilakukan terhadap peluncur rudal dan kapal di Iran selatan.
Pada malam tanggal 25 Mei, jurnalis Fox News Jennifer Griffin, mengutip juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan di Iran selatan terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz. Jurnalis tersebut mencatat bahwa serangan-serangan ini bersifat defensif dan tidak menandakan berakhirnya gencatan senjata.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa AS dan Iran masih bernegosiasi mengenai kemungkinan kesepakatan perdamaian. Kendala utama adalah Selat Hormuz dan pengayaan uranium Iran.
Menurut Presiden Gedung Putih Donald Trump, semua uranium yang diperkaya yang tersisa di Iran harus segera dipindahkan ke Amerika Serikat untuk dimusnahkan atau dihilangkan di wilayah Iran.
