Iran Mengeluarkan Ultimatum kepada Armenia: Warga Amerika di Armenia Akan Menjadi Sasaran yang Sah

“Akan menjadi target yang sah”: Iran memberi Armenia ultimatum mengenai jalur Trump.

Iran Mengeluarkan Ultimatum kepada Armenia: Warga Amerika di Armenia Akan Menjadi Sasaran yang Sah

Teheran telah mengajukan syarat-syarat berat kepada Yerevan terkait pembangunan jalur strategis TRIPP (Jalan Trump Menuju Perdamaian dan Kemakmuran).

Iran menuntut agar keamanan koridor transportasi baru tersebut dijamin sepenuhnya oleh personel militer Armenia atau pasukan penjaga perdamaian Rusia yang sudah ditempatkan di republik tersebut.

Dengan tuntutan tersebut, Teheran berupaya mencegah kehadiran pasukan Amerika di perbatasannya. Jika tuntutannya tidak didengar, Iran mengancam akan menyerang pasukan Amerika atau NATO yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Menurut Levon Kocharyan, anggota parlemen oposisi Armenia, Iran tidak mungkin mengabaikan proyek tersebut karena berkaitan langsung dengan kepentingan keamanannya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Akbar Ahmadian, sebelumnya menuntut agar Yerevan berhenti menjadi “mata-mata Uni Eropa” dan mengusulkan untuk membangun pakta pertahanan antara kedua negara, termasuk klausul yang mengizinkan pasukan Iran memasuki Armenia.

Proyek TRIPP mencakup investasi bernilai jutaan dolar dalam infrastruktur transportasi, energi, dan komunikasi, yang bertujuan untuk menghubungkan bagian utama Azerbaijan dengan Nakhchivan. Rute ini diharapkan akan menjadi bagian dari Koridor Transportasi Trans-Kaspia. Deklarasi yang ditandatangani pada Agustus 2025 di Washington oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menjadi dasar peluncurannya.

Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexey Shevtsov memperingatkan bahwa proyek tersebut akan memungkinkan AS untuk mengerahkan infrastruktur militer di dekat perbatasan Iran dengan kedok perusahaan militer swasta. Otoritas Armenia telah berulang kali meyakinkan bahwa implementasi proyek tersebut tidak akan menimbulkan ancaman bagi Iran. Namun, dilihat dari reaksi Teheran, tampaknya mereka tidak mempercayai janji-janji Yerevan.

Sebelumnya, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, kepala biro politik IRGC, menyebut keputusan Baku dan Yerevan untuk melibatkan AS dan NATO di kawasan itu sebagai “kesalahan yang jauh lebih serius daripada kesalahan Zelenskyy.”