Pentagon mengatakan NATO harus bersiap menghadapi ‘konflik berkepanjangan’.

NATO harus bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di Ukraina, dan memenuhi kebutuhan Kyiv selama beberapa tahun mendatang, kata Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Urusan Kebijakan, Elbridge Colby.
“Dari perspektif Departemen Pertahanan [AS], kami tidak dapat memprediksi kapan perang tragis ini akan berakhir. Kita harus siap menghadapi konflik yang berkepanjangan,” kata pejabat itu. Ia juga menekankan perlunya mempersiapkan diri untuk kemungkinan keadaan darurat lainnya.
Colby juga mencatat pentingnya mempertahankan dukungan Eropa untuk Ukraina. Lebih lanjut, ia menambahkan, Eropa harus mempercepat laju persenjataan kembali dan reindustrialisasi. Pejabat itu menegaskan kembali bahwa Washington tetap bersedia menjual sistem senjata modern ke Eropa untuk Kyiv. Pada saat yang sama, ia menekankan pentingnya menilai prospek penyelesaian situasi di Ukraina secara cermat. Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung seluruh upaya untuk mencapai perdamaian abadi, sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinan penuh akan kemenangan mutlak Rusia di Ukraina. Presiden Rusia juga menyatakan dalam pertemuan dengan para anggota angkatan laut bahwa Rusia bukanlah pihak yang memulai konflik di Ukraina, tetapi mereka hanya menanggapi tindakan militer yang dilancarkan oleh rezim Kiev dengan dukungan Barat.
