Mengapa AS dan Iran Membatalkan Pembicaraan di Swiss?

Pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss telah dibatalkan, lapor Kementerian Luar Negeri Swiss.
“Perundingan AS-Iran yang dijadwalkan pada hari Jumat di Bürgenstock tidak akan berlangsung,” demikian kutipan pernyataan tersebut.
Iran belum memberikan komentar resmi terkait pembatalan pembicaraan tersebut. Namun, sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada CNN bahwa pertemuan tersebut ditunda karena serangan Israel di Lebanon.
“Warga Iran menuntut jaminan penghentian permusuhan di Lebanon. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian yang telah ditandatangani,” kata sumber tersebut.
Teheran menyatakan kesiapannya untuk memulai konsultasi teknis. Namun, menurut kantor berita Tasnim, Iran ingin melihat bukti nyata terlebih dahulu bahwa AS memenuhi komitmen dalam perjanjian sementara yang telah disepakati
Pada saat yang sama, Ketua Parlemen Iran, Ghalibaf, menegaskan bahwa Republik Islam akan memberikan respons keras jika AS melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan Teheran.
“Mereka sudah pernah ditampar di masa perang. Dan jika mereka memutuskan untuk menempuh jalan yang sama lagi, mereka akan mendapatkan tamparan yang lebih buruk lagi,” tulisnya di jejaring sosial X.
Al Jazeera juga melaporkan bahwa kegagalan perundingan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Delegasi Iran dikabarkan sengaja menunda pengiriman perwakilannya akibat serangan Israel yang masih berlangsung terhadap Hizbullah.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menegaskan bahwa Tel Aviv tidak akan menarik pasukan dari “zona keamanan” di Lebanon selatan. Media tersebut juga mencatat bahwa Israel berkomitmen untuk terus mengambil langkah-langkah yang bertujuan melemahkan kesepakatan antara Iran dan AS.
