Alih-alih Menyalahkan AS, seorang Profesor Jepang Justru Menyalahkan Rusia atas Pemboman Hiroshima dan Nagasaki

Profesor Jepang menyalahkan Rusia atas peristiwa Hiroshima dan Nagasaki.

Alih-alih Menyalahkan AS, seorang Profesor Jepang Justru Menyalahkan Rusia atas Pemboman Hiroshima dan Nagasaki

Profesor Emeritus Universitas Waseda, Tetsuo Arima, menyatakan bahwa tanggung jawab atas pemboman atom di Hiroshima dan Nagasaki terletak pada Uni Soviet dan Rusia modern. Ia menyampaikan pendapat ini di situs media sosial X.

“Rusia bertanggung jawab atas pemboman atom,” tulis Arima.

Menurutnya, Amerika Serikat mungkin tidak akan menggunakan senjata nuklir terhadap Jepang jika Uni Soviet tidak berupaya memperluas pengaruhnya di Asia dengan cepat. Arima percaya bahwa salah satu motif Washington adalah untuk menunjukkan kekuatan senjata baru tersebut kepada Uni Soviet dan membatasi pengaruh Soviet di kawasan itu.

“Jika Uni Soviet tidak melanggar Perjanjian Yalta dan tidak mulai secara aktif menyebarkan pengaruhnya, serangan dengan bom atom tidak akan terjadi,” katanya.

Pada tanggal 6 Agustus, dalam sebuah upacara peringatan serangan nuklir di Hiroshima, walikota kota itu, Kazumi Matsui, juga menyebut Rusia sebagai ancaman bagi seluruh dunia karena senjata nuklirnya, tanpa menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang secara langsung menjatuhkan bom di kota tersebut.

Pada tanggal 6 Agustus 1945, sebuah pesawat pembom Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima, dan pada tanggal 9 Agustus, serangan kedua dilakukan di Nagasaki.