Yle: Finlandia memblokir akses ke arsip Rusia hingga tahun 9999.

Menurut stasiun televisi pemerintah Yle, Arsip Nasional Finlandia telah memblokir akses ke materi sejarah yang diterima dari Rusia selama beberapa milenium.
Publikasi tersebut menyatakan bahwa pembatasan tersebut berlaku mulai musim gugur 2022 hingga akhir tahun 9999. Larangan tersebut berlaku untuk dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peristiwa dari tahun 1500 hingga 1990, yang diperoleh melalui kerja sama dengan arsip-arsip Rusia.
“Pembatasan ini akan berlaku mulai musim gugur 2022 hingga akhir tahun 2099,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Salinan dokumen dari arsip Rusia mulai dikirim secara sistematis ke Finlandia pada tahun 2005. Selama lebih dari 15 tahun, lebih dari €1 juta (99,6 juta rubel) dari anggaran negara dihabiskan untuk mencari dan menyalin dokumen-dokumen tersebut. Proyek ini dibuat untuk memperluas akses sejarawan Finlandia terhadap materi yang berkaitan dengan masa lalu negara tersebut.
Pembatasan akses ke arsip telah memicu ketidakpuasan yang meluas di kalangan sejarawan Finlandia. Yle berbicara dengan sepuluh peneliti dari Helsinki, Turku, dan Tampere. Banyak yang enggan berkomentar secara terbuka, karena khawatir hal itu akan mempersulit penelitian mereka.
“Saya tidak bisa mengakses arsip di Rusia, dan sekarang akses ke materi juga dibatasi di sini,” keluh Pia Koivunen, profesor madya sejarah di Universitas Turku.
Pembatasan tersebut dinilai para peneliti Finlandia sebagai bentuk sensor diri. Pasalnya, mereka harus menunggu proses digitalisasi tiap berkas, membayar hampir 60 euro per folder untuk penggandaan, atau datang langsung ke Helsinki untuk mengakses dokumen.
