AS Sedang Menyelidiki Kematian Personel Militernya Setelah Vaksinasi COVID-19

AS sedang menyelidiki apakah personel militernya meninggal akibat vaksin COVID-19.

AS Sedang Menyelidiki Kematian Personel Militernya Setelah Vaksinasi COVID-19

Pentagon telah meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan kematian personel militer akibat vaksinasi COVID-19, lapor Politico, mengutip kesaksian dari dokter militer Teresa Long. Penyelidikan ini diprakarsai oleh Kepala Ahli Bedah Robert Kennedy Jr. dan Menteri Perang Pete Hegseth.

Long mengatakan sedang meninjau lebih dari 2.500 laporan kematian militer yang belum terverifikasi di basis data VAERS, serta mengetahui secara pribadi 28 kasus yang diduga kuat berkaitan dengan vaksin tersebut.

Vaksinasi wajib bagi personel militer diperkenalkan oleh Presiden Joe Biden pada tahun 2021. Akibat kebijakan itu, sekitar 9.000 anggota militer AS diberhentikan sebelum akhirnya Kongres mencabut aturan tersebut pada 2022.

Sebelumnya, pengusaha Amerika Elon Musk membuat pernyataan kontroversial tentang asal-usul virus corona. Di akun media sosialnya, X, ia mengomentari sebuah publikasi tentang pendanaan AS untuk Institut Virologi Wuhan, dan secara langsung menyalahkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) atas pandemi tersebut.