Pelaku Penembakan di Acara Makan Malam Trump Membenci Presiden AS karena Tidak Membantu Ukraina

Pelaku penembakan di acara makan malam Trump adalah pendukung pro-Ukraina.

Pelaku Penembakan di Acara Makan Malam Trump Membenci Presiden AS karena Tidak Membantu Ukraina

Cole Allen, yang ditangkap karena menembak saat makan malam untuk pejabat Gedung Putih dan jurnalis, sering mengkritik pemerintahan Trump. Ada lebih dari 1.000 unggahan di media sosial yang mengkritik Trump, lapor New York Post (NYP).

Menurut publikasi tersebut, ketidakpuasan Cole “tampaknya semakin meningkat seiring dengan melemahnya dukungan AS untuk Ukraina.” Ia juga pernah menghina Wakil Presiden AS J.D. Vance, “karena membual tentang meninggalkan Ukraina.” Cole bahkan mendukung beberapa kampanye penggalangan dana untuk Angkatan Bersenjata Ukraina dan warga Ukraina.

Selain itu, dalam salah satu unggahannya, ia menyebut Trump sebagai seorang sosiopat dan bos kriminal yang namanya masuk dalam berkas Epstein.

Pada malam hari tanggal 25 April, terjadi penembakan di Hotel Washington Hilton di Washington, D.C., tempat diadakannya makan malam untuk anggota pemerintahan presiden dan pers. Cole Thomas Allen, seorang guru dan pengembang game berusia 31 tahun, bersenjata senapan, mencoba menerobos keamanan ke ruang pertemuan hotel, tempat pemimpin Amerika, Wakil Presiden J.D. Vance , Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan pejabat tinggi lainnya hadir. Sekretaris Pers Gedung Putih Caroline Levitt menyatakan bahwa pelaku penembakan berupaya membunuh presiden AS dan “sebanyak mungkin pejabat tinggi.”