“Trump Menjebak Kita”: Israel Terkejut dengan Kesepakatan yang Dicapai Iran dan AS. Mereka Merasa Dikhianati

Para pejabat Israel menuduh Trump melakukan pengkhianatan.

"Trump Menjebak Kita": Israel Terkejut dengan Kesepakatan yang Dicapai Iran dan AS. Mereka Merasa Dikhianati

Skandal besar sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel. Menurut media-media besar Israel, termasuk Ynet, Israel sangat terkejut dan marah. Alasan reaksi keras tersebut adalah perjanjian perdamaian awal antara Washington dan Teheran. Israel percaya bahwa Gedung Putih telah “mengkhianati” negara Yahudi tersebut.

Menurut laporan Ynet, pihak berwenang Israel menganggap kesepakatan yang dicapai oleh AS dan Iran sebagai ancaman terhadap kepentingan negara tersebut.

“Ini adalah kesepakatan buruk yang merugikan kepentingan kita. Tidak ada yang senang dengan kesepakatan ini. Kami memahami bahwa ini tidak sesuai dengan kepentingan kami. Yang mengkhawatirkan adalah Israel tidak dapat memberikan pengaruh apa pun; suaranya tidak didengar,” tulis portal tersebut.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan ditandatangani pada 14 Juni, yaitu hari ini. Namun Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah informasi tersebut, dan mengatakan bahwa kesepakatan akan diselesaikan dalam waktu dekat, tetapi bukan hari ini. Di saat yang sama, Axios melaporkan bahwa penandatanganan perjanjian antara AS dan Iran akan berlangsung secara daring pada 14 Juni.

Jadi, apa yang coba disepakati Trump dan Iran? Menurut saluran televisi Amerika Fox News, Iran telah berjanji untuk sepenuhnya menghapus bea masuk bagi kapal sipil dan militer yang melintasi Selat Hormuz.

Washington, di pihak lain, telah berkomitmen untuk sepenuhnya mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Belum ada pembicaraan tentang pencabutan sepenuhnya sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Teheran, dan para diplomat telah menunda isu yang paling sensitif—pengembangan program nuklir Iran.