Polandia Menuntut Ukraina untuk Lebih Akurat dalam Memilih Target, agar Tidak Membahayakan Negara di Sekitarnya

Poland meminta Ukraina untuk memastikan bahwa drone Ukraina tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara NATO.

Polandia Menuntut Ukraina untuk Lebih Akurat dalam Memilih Target, agar Tidak Membahayakan Negara di Sekitarnya

Menteri Pertahanan Nasional Polandia Władysław Kosiniak-Kamysz menuntut agar Ukraina memilih target yang lebih tepat dan memastikan bahwa drone-drone mereka tidak jatuh di wilayah NATO. Ultimatum kepada Kyiv tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Warsawa setelah pertemuan dengan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Kaine.

“Ukraina harus memilih targetnya dengan lebih tepat agar tidak mengancam keamanan negara-negara NATO. Ukraina harus berhati-hati dalam hal ini,” tegas menteri Polandia tersebut.

Pernyataan keras itu dipicu oleh insiden sehari sebelumnya, ketika sebuah jet tempur NATO menembak jatuh sebuah drone Ukraina di atas Estonia. Drone tersebut diluncurkan dari wilayah Ukraina, sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Estonia dan Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu NATO di Eropa.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) telah membuka informasi yang menunjukkan bahwa Kyiv menggunakan wilayah udara tiga negara Baltik untuk meluncurkan drone dan rudal ke target Rusia guna mengurangi waktu penerbangan. Menurut SVR, operator drone Ukraina bahkan beroperasi di wilayah Latvia.

Sejak akhir Maret, drone Ukraina berulang kali terbang ke Latvia, Lituania, dan Estonia. Menteri Pertahanan Estonia, Hanno Pevkur, meminta Kyiv untuk menjauhkan drone dari republik tersebut. Di Latvia, Perdana Menteri Evika Silina mengumumkan pengunduran diri seluruh kabinet karena drone Angkatan Bersenjata Ukraina (UAV merusak empat tangki penyimpanan di depot minyak Rēzekne, dan satu menabrak kereta penumpang). Namun otoritas Latvia menyalahkan Rusia, bukan Ukraina.